Monthly Archives December 2019

Penyebab dan Cara Menghilangkan Keloid

Keloid adalah jaringan fibrosa yang tumbuh secara tidak terkendali akibatnya menimbulan tonjolan pada bekas luka dan bisa mengganggu penampilan. Warna keloid lebih gelap dari warna kulit disekitarnya. Namun anda jangan khawatir, sebab ada cara untuk menghilangkan keloid.

Keloid terjadi kulit telah sembuh dari luka cedera atau operasi. Keloid tumbuh menjadi besar dari bekas luka seiring berjalannya waktu dan menimbulkan bekas luka menjadi terlihat jelas. Keloid ini biasanya muncul setelah 3 bulan atau lebih pada bekas luka.keloid bisa tumbuh secara bertahun-tahun setelah bekas luka telah sembuh. Terdapat berbagai cara untuk menghilangkan keloid.

Ada dua cara mengobati keloid yang terdapat pada tubuh anda. Yang pertama adalah dengan cara medis, kedua adalah dengan cara alami. Berikut penjelasan cara menghilangkan keloid dengan cara medis dan cara alami.

Sebelum mengetahui cara menghilangkan keloid dengan efektif, ketahui dahulu apa yang menjadi penyebab munculnya keloid pada tubuh anda. Keloid bisa disebabkan oleh berbagai luka, bisa dari luka bakar, tergores, garukan, luka cakar, luka bekas operasi, dan lain sebagainya. Ahli kesehatan meyakini bahwa keloid bisa juga diturunkan secara genetik dari keluarga yang berpotensi memiliki keloid.

Pengobatan keloid secara medis

  • Suntik kortikosteroid

Cara ini termasuk aman dilakukan meskipun cukup sakit. Suntikan ini akan diberikan pada bagian keloid secara rutin hingga keloid mengalami pengempisan. Jika suntikan ini telah mencapai hasik maksimal, bekas luka pada keloid biasanya tetap terlihat berbeda warna dengan kulit sekitarnya, namun keloid anda telah kempis.

  • Laser

Metode pengobatan keloid dengan menggunakan laser dapat membantu mengempiskan keloid dan warna gelap pada keloid menjadi lebih pudar. Namun kekurangan dari metode pengobatan ini adalah biaya yang dibutuhkan tergolong mahal dan perlu dilakukan lebih dari satu kali.

  • Radiasi

Keloid dapat dihilangkan dengan menggunakan metode sinar radiasi. Namun sebaiknya menyembuhan keloid dengan metode ini adalah pilihan terakhir bagi anda, sebab dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kanker.

  • Operasi

Operasi dapat dilakukan untuk mengangkat keloid penderita. Namun hal ini juga bisa memiliki risiko akan muncul keloid yang lebih besar setelah operasi.

Pengobatan keloid secara alami

 Selain menghilangkan keloid dengan cara medis, anda dapat menghilangkan keloid dengan menggunakan bahan alami pula.

  • Aloevera

Gel dalam lidah buaya akan membantu penyembuhan keloid pada tahap awal sebab gel yang terdapat dalam aloevera ini mengandung antiseptic dan antibakteri. Aloevera ini memiliki sifat penyembuhan luka, tentu ini sangat membantu anda dalam mengatasi rasa nyeri, dan peradangan yang bisa saja terjadi pada area keloid.

Caranya adalah potong lidah buaya dan kupas bagian daunnya. Bersihkan area keloid anda dengan air hangat lalu oleskan gel aloevera pada bagian keloid anda. Diamkan selama 30 menit, lalu bilas. Lakukan secara rutin 2 kali sehari untuk mendapat hasil yang maksimal.

  • Madu

Madu biasa digunakan untuk perawatan kecantikan kulit. Ternyata madu memiliki manfaat untuk menghilangkan keloid anda secara alami. Madu dapat mencegah sel-sel mati terkumpul pada daerah luka. Madu juga membantu mempercepat proses penyembuhan.

Caranya oleskan madu segar pada bekas luka. Pijat dengan lembut lalu biarkan selama 30-40 menit, kemudian bilas dengan air bersih. Lakukan cara ini secara rutin 2 kali sehari untuk mengurangi keloid yang terjadi pada bekas luka.

  • Bawang putih

Bawang putih dapat meningkatkan sirkulasi darah pada area keloid, membantu mempercepat proses penyembuhan, dan menyamarkan bekas luka.

E:\kerja\Arase Digital\Klikdokter tahap 3\567 (hellosehat.com).jpeg

Sumber : hellosehat.com

Caranya hancurkan 1-2 siung bawang putih. Oleskan pada area keloid anda dan diamkan selama 15 menit. Bilas area keloid yang diolesi bawang putih dengan air hangat. Anda dapat mengolesi area keloid tersebut dengan minyak bawang putih atau bawang putih segar. Lakukan secara rutin 2 kali sehari.

Referensi:

Alodokter.com

Id.theasianparent.com

Read More

Mengenal Kandungan Dalam Produk Anti Rayap di Pasaran

Anda memang bisa membeli jasa anti rayap jakarta. Produk yang juga banyak dijual secara online ini juga ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau. Tak salah jika Anda berpikiran ingin melakukan pembasmian rayap sendiri di rumah. Namun ingat bahwa Anda berurusan dengan rayap dan bahan kimia yang justru bisa berbahaya bagi penghuni rumah.

Zat Kimia untuk Mengatasi Serangan Rayap

Ada berbagai macam bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk membasmi rayap di rumah. Namun saat efektifitas mereka diragukan, mungkin Anda ingin meningkatkan upaya mandiri sebelum memanggil jasa pembasmi rayap profesional. Membeli produk anti rayap dan menggunakan panduan di label ataupun YouTube biasanya menjadi tahapan yang dilakukan.

Nah, apabila Anda ingin mencobanya sendiri, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil yang didapat sesuai harapan dan tetap aman bagi keluarga dan peliharaan di rumah. Mulai dari efektifitas profuk, cara penggunaan dan kandungan bahan kimianya. Kali ini, kita akan membahas tentang macam-macam kandungan dalam produk anti rayap populer di pasaran.

Neonicotinoid

Produk dengan kandungan neonicotinoid dikenal sebagai produk yang lebih bersahabat bagi manusia, peliharaan (asal bukan serangga) dan lingkungan. Hal ini karena zat neonicotinoid hanya mempengaruhi serangga termasuk rayap. Zat ini bekerja mengacaukan sistem saraf rayap yang masih menjadi salah satu cara paling efektif karena rayap tidak mengenalinya. 

Phenylpyrazole

Zat ini biasanya digunakan dalam dosis yang sangat sedikit karena bisa membahayakan bagi manusia dan peliharaan. Namun meskipun kadarnya rendah, dosisi ini sudah cukup untuk mengganggu transmisi saraf rayap. Kelebihan lainnya dari bahan ini adalah ia tidak bisa dideteksi oleh rayap sehingga zat fipronil tak terelakkan oleh rayap, tergantung bagaimana Anda mengaplikasikannya.

Phenylpyrrole  

Menggunakan cara kerja yang berbeda, zat ini dapat mengganggu pernapasan rayap. Zat yang juga berbahaya bagi manusia dan peliharaan ini ternyata juga bisa ditularkan ke rayap lain, bahkan bisa mencekik satu koloni sekaligus dalam sekali aplikasi. Contoh zat phenylpyrrole yang umum digunakan untuk mengatasi rayap yaitu chlorfenapyr.

Carbamate

Zat yang juga bisa mengurangi kualitas konstruksi beton ini bekerja dalam 2 cara, menghambat pernapasan dan merusak sistem saraf rayap. Carbamate dikenal efektif membasmi rayap dan tahan terhadap cahaya maupun panas. Jenis zat yang biasanya digunakan adalah fenobucarb dan propoxur dan sebaiknya dihindari bag mereka yang sensitif terhadap bahan kimia.

Pyrethroid

Zat yang biasanya digunakan sebagai insektisida seperti pada obat nyamuk bakar ini juga efektif terhadap rayap. Namun efeknya cenderung sebagai penghalau da tidak dapat membunuh rayap. Untuk menangani rayap, zat yang berbahaya bagi ikan ini biasanya dikombinasikan dengan zat pyrethroid seperti cyfluthrin dan/atau tetramethrin.

Itulah beberapa zat yang biasanya digunakan pada produk termitisida pembasmi rayap di pasaran. Jika Anda ragu dengan pilihan produk yang ada, tak ada salahnya menghubungi jasa pembasmi rayap profesional untuk penanganan yang lebih tepat dan aman.

Read More